Malam Minggu, 30 Maret 2025 – Senin, 31 Maret 2025: Antara Kesenangan dan Kenyataan

Malam Minggu, 30 Maret 2025 – Senin, 31 Maret 2025: Antara Kesenangan dan Kenyataan

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Malam Minggu selalu punya cerita. Entah itu tentang anak muda yang menghabiskan waktu dengan teman-temannya, pasangan yang menikmati momen kebersamaan, atau justru seseorang yang memilih rebahan sambil nonton serial favorit. Yang pasti, malam Minggu selalu punya suasana yang berbeda dari hari-hari lainnya.

Malam ini, kota terasa lebih hidup. Jalanan penuh dengan motor dan mobil yang berlalu lalang. Di sudut-sudut kota, kafe dan tempat nongkrong dipenuhi oleh obrolan hangat dan tawa lepas. Ada yang asyik bermain gitar di pinggir jalan, ada yang menikmati secangkir kopi sambil diskusi, dan ada juga yang sibuk mencari jajanan kaki lima untuk memuaskan selera malamnya.

Namun, di sisi lain, ada juga yang lebih suka menikmati malam Minggu dengan cara yang lebih tenang. Mungkin dengan membaca buku, menulis di jurnal, atau sekadar mendengarkan musik sambil menikmati keheningan malam. Tak semua orang perlu berada di luar rumah untuk merasakan indahnya malam Minggu.

Bagi sebagian orang, malam Minggu juga bisa menjadi momen refleksi. Waktu yang tepat untuk mengingat kembali apa yang telah dilakukan selama seminggu terakhir, kesalahan yang mungkin dibuat, serta pencapaian kecil yang patut disyukuri. Momen ini bisa jadi waktu yang pas untuk menyusun rencana baru atau sekadar menata kembali semangat untuk menghadapi hari-hari ke depan.

Ada juga mereka yang merasa malam Minggu adalah waktu yang paling menyebalkan. Bagi para pejuang LDR, malam Minggu sering kali membawa rasa rindu yang lebih dalam. Bagi mereka yang sedang patah hati, malam Minggu bisa terasa lebih sepi dibanding hari-hari biasa. Tidak semua orang merayakan malam Minggu dengan keceriaan, tetapi setiap orang punya cara tersendiri untuk menghadapinya.

Tapi, seperti yang kita tahu, malam Minggu tak berlangsung selamanya. Waktu terus berjalan, dan tiba-tiba saja Senin sudah di depan mata.

Saat matahari mulai terbit pada Senin pagi, realita kembali menyapa. Alarm berbunyi, tugas dan tanggung jawab menunggu. Rasa malas sering kali datang menyergap, membisikkan godaan untuk tidur lima menit lagi. Tapi, kehidupan harus berjalan. Mau tidak mau, kita harus bangkit dan menghadapi hari.

Senin sering kali dianggap sebagai hari yang berat. Setelah akhir pekan yang menyenangkan, kembali ke rutinitas rasanya seperti menabrak tembok realitas. Tapi, jika dipikir-pikir, Senin bukan musuh yang harus ditakuti. Justru, Senin adalah kesempatan baru untuk memulai sesuatu dengan lebih baik. Mungkin awal pekan ini bisa diisi dengan semangat baru, rencana baru, dan harapan baru.

Ada cara-cara sederhana untuk membuat Senin terasa lebih ringan. Misalnya, dengan menyiapkan segala sesuatu sejak Minggu malam, seperti pakaian kerja, sarapan yang praktis, atau bahkan menyusun daftar tugas yang harus diselesaikan. Mendengarkan musik yang menyenangkan saat pagi hari juga bisa membantu membangun mood yang lebih positif.

Selain itu, kita bisa mengubah cara pandang terhadap hari Senin. Daripada menganggapnya sebagai beban, mengapa tidak melihatnya sebagai awal dari petualangan baru? Bisa jadi, Senin adalah hari di mana kita bertemu orang-orang baru, mendapatkan peluang menarik, atau bahkan mengalami kejutan menyenangkan yang tidak terduga.

Malam Minggu dan Senin adalah dua sisi kehidupan yang saling melengkapi. Yang satu penuh dengan kebebasan dan kegembiraan, sementara yang lainnya mengajarkan kita tentang tanggung jawab dan kedewasaan. Keduanya perlu dinikmati, karena hidup ini bukan hanya tentang bersenang-senang, tapi juga tentang bertumbuh dan menjalani hari dengan penuh makna.

Jadi, selamat menikmati sisa malam Minggumu. Dan ketika Senin tiba, hadapilah dengan senyum. Karena siapa tahu, justru di hari yang kamu anggap berat ini, ada sesuatu yang indah menunggu di depan.

Timnas Indonesia dan Asa Menuju Piala Dunia 2026: Asta Cita, Naturalisasi, dan Perjuangan Garuda

Timnas Indonesia dan Asa Menuju Piala Dunia 2026: Asta Cita, Naturalisasi, dan Perjuangan Garuda

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Tim Nasional Indonesia kini berada di tengah jalan menuju Piala Dunia 2026. Perjalanan ini bukan hanya sekadar impian, tetapi juga bagian dari visi besar yang dirancang dalam Asta Cita, delapan misi utama yang akan dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam periode pemerintahan mereka 2024-2029.

Asta Cita merupakan manifestasi dari visi 'Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045'. Di dalamnya, terdapat berbagai aspek pembangunan, termasuk olahraga, yang mendapatkan perhatian khusus dalam misi keempat. Misi ini menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta prestasi olahraga.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, olahraga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional. Dari 25 program yang dirancang, 17 di antaranya menjadi Program Prioritas Presiden, sementara delapan lainnya termasuk dalam kategori Program Hasil Terbaik Cepat.

Olahraga dalam Asta Cita: Mimpi Besar untuk Indonesia

Di antara program prioritas tersebut, prestasi olahraga menempati posisi penting bersama dengan pelestarian seni budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Program ini berfokus pada peningkatan prestasi atlet di kancah internasional, salah satunya melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Olahraga.

Program MTN dirancang untuk meningkatkan pembinaan atlet berbakat guna memperkuat posisi Indonesia di level regional dan global. Dengan berlandaskan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang disusun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), strategi ini diharapkan dapat membawa Indonesia lebih kompetitif di berbagai ajang bergengsi, termasuk Piala Dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mulai menunjukkan peningkatan dalam berbagai ajang olahraga internasional. Cabang olahraga seperti bulu tangkis, atletik, dan sepak bola mulai mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Peningkatan kualitas pembinaan di berbagai akademi olahraga juga terus digenjot demi mencetak bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat dunia.

Piala Dunia 2026: Target Besar Indonesia dalam Asta Cita

Sejak rapat DBON pada 4 Desember 2024, Menpora Dito Ariotedjo menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di ajang-ajang besar dunia, seperti Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia, menjadi prioritas utama dalam kebijakan olahraga nasional.

Untuk mendukung pencapaian target ini, berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya dengan program naturalisasi pemain keturunan Indonesia. Langkah ini dipandang sebagai strategi efektif untuk meningkatkan kualitas skuad Garuda dengan menghadirkan pemain-pemain yang memiliki pengalaman bermain di liga-liga top Eropa.

Di era pemerintahan Prabowo-Gibran, sudah ada enam pemain keturunan yang resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Ole Romeny, Tim Geypens, Dion Markx, Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy. Empat di antara mereka telah bergabung dalam skuad Timnas Indonesia, dan tiga sudah menjalani debutnya di ajang internasional.

Kehadiran para pemain naturalisasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi performa Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan melawan Bahrain pada 25 Maret, Indonesia berhasil meraih kemenangan 1-0 di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemenangan ini menjadi sinyal bahwa asa menuju Piala Dunia tetap terjaga.

Tidak hanya melalui naturalisasi, pengembangan pemain lokal juga menjadi perhatian besar dalam program ini. Akademi sepak bola di berbagai daerah mulai mendapat dukungan lebih dalam hal fasilitas dan pendanaan. Liga-liga usia muda juga semakin berkembang, memberikan kesempatan bagi talenta lokal untuk berkembang dan bersaing di level profesional.

Tantangan dan Harapan: Dua Laga Penentu

Saat ini, Timnas Indonesia berada di peringkat keempat klasemen sementara Grup C dengan sembilan poin. Dengan hanya tersisa dua laga melawan China pada 5 Juni dan Jepang pada 10 Juni, perjuangan Garuda masih sangat menantang.

Secara realistis, posisi runner-up grup memang cukup sulit diraih, tetapi peluang untuk finis di empat besar masih sangat terbuka. Konsistensi permainan akan menjadi kunci dalam menghadapi dua raksasa Asia tersebut. Jika Indonesia mampu tampil solid dan meraih hasil positif, kesempatan untuk tampil di Piala Dunia 2026 akan semakin besar.

Menpora Dito pun berharap Timnas Indonesia dapat menjaga performa mereka dalam dua laga tersisa. "Semoga kita bisa konsisten. Masih ada pertandingan melawan China dan Jepang. Konsistensi harus dijaga agar asa ke Piala Dunia tetap menyala," ujarnya.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah, strategi naturalisasi yang efektif, dan semangat pantang menyerah dari para pemain, harapan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar mimpi. Kini, saatnya Timnas Indonesia membuktikan bahwa mereka layak bersaing di panggung sepak bola dunia.

Selain itu, faktor lain yang tak kalah penting adalah dukungan suporter. Sepanjang perjalanan kualifikasi, para pendukung setia Timnas Indonesia selalu memberikan semangat luar biasa bagi para pemain. Atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno kerap menjadi neraka bagi tim lawan dan menjadi motivasi bagi skuad Garuda untuk tampil maksimal.

Jika Timnas Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, ini akan menjadi sejarah baru bagi sepak bola nasional. Keberhasilan tersebut tidak hanya akan mengangkat nama Indonesia di panggung dunia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di dalam negeri. Sepak bola bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih mimpi dan mengharumkan nama bangsa.

Harapan Indonesia Menuju Kepiala dunia Akhir Nya Tadi Malam Memenangkan 1 - 0 Indonesia VS Bahrain

Harapan Indonesia Menuju Kepiala dunia Akhir Nya Tadi Malam Memenangkan 1 - 0 Indonesia VS Bahrain

beritapekanbaru.com

 


beritapekanbaru.com -Tim Nasional Indonesia sukses meraih kemenangan penting dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada matchday kedelapan. Dalam pertandingan yang digelar di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion, Skuad Garuda berhasil menundukkan Tim Nasional Bahrain dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini menjadi momentum positif bagi pasukan yang diasuh oleh Patrick Kluivert dalam perburuan tiket menuju putaran berikutnya.

Gol semata wayang di laga ini dicetak oleh Ole Romeny pada babak pertama, yang memastikan tiga poin krusial bagi Timnas Indonesia. Dengan hasil ini, Indonesia kini menempati posisi keempat di klasemen sementara Grup C dengan koleksi sembilan poin. Sementara itu, Bahrain harus puas tertahan di peringkat kelima dengan enam poin.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit awal dibunyikan, Timnas Indonesia menunjukkan tekad kuat untuk menguasai permainan. Dengan dukungan penuh dari para suporter yang memadati stadion, anak-anak asuh Patrick Kluivert langsung tampil menyerang sejak menit pertama. Mereka mendominasi penguasaan bola dan mencoba menekan pertahanan lawan guna menciptakan peluang berbahaya.

Namun, dalam sepuluh menit awal pertandingan, Timnas Indonesia masih kesulitan untuk menembus pertahanan rapat yang dibangun oleh para pemain Bahrain. Koordinasi di lini serang masih belum berjalan dengan sempurna, sehingga beberapa kali operan dan kombinasi antar pemain kerap mengalami kegagalan.

Kesempatan emas pertama bagi Timnas Indonesia hadir melalui skema bola mati. Thom Haye yang dipercaya mengambil tendangan bebas dari sisi kiri lapangan berhasil mengarahkan bola ke gawang Bahrain, tetapi kiper lawan sigap menepisnya sehingga peluang tersebut belum berbuah gol.

Setelah beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan, usaha Timnas Indonesia akhirnya membuahkan hasil di menit ke-24. Skema serangan balik cepat yang dimotori oleh Marselino Ferdinan berakhir dengan umpan pendek ke Ole Romeny yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, pemain yang kini memperkuat Oxford United tersebut sukses menaklukkan penjaga gawang Bahrain dan membawa Indonesia unggul 1-0.

Tertinggal satu gol, Timnas Bahrain langsung bereaksi dengan meningkatkan intensitas serangan mereka. Beberapa kali, lini pertahanan Indonesia harus bekerja keras untuk menghalau serangan yang datang dari berbagai sisi lapangan. Namun, hingga babak pertama berakhir, skor tetap bertahan 1-0 untuk keunggulan Timnas Indonesia.

Babak Kedua: Tekanan Balik dari Bahrain

Memasuki paruh kedua pertandingan, Bahrain mencoba mengambil alih kendali permainan dengan langsung melancarkan serangan ke lini pertahanan Indonesia. Mereka berusaha mencetak gol cepat untuk menyamakan kedudukan. Meski mendapatkan beberapa peluang berbahaya, penyelesaian akhir mereka kurang maksimal, sehingga upaya mereka untuk mencetak gol selalu gagal.

Di menit ke-67, Timnas Indonesia hampir menggandakan keunggulan mereka. Umpan terobosan brilian dari Ragnar Oratmangoen berhasil diterima oleh Marselino Ferdinan yang berhasil lolos dari perangkap offside. Sayangnya, ketika hanya tinggal berhadapan dengan kiper lawan, tendangan Marselino justru melambung tinggi di atas mistar gawang, membuat peluang emas itu terbuang sia-sia.

Tidak berhenti sampai di situ, Timnas Indonesia kembali mendapatkan kesempatan emas pada menit ke-77. Kali ini, Ricky Kambuaya yang berhasil menusuk masuk ke dalam kotak penalti mengirimkan umpan matang ke Eliano Reijnders yang berdiri bebas. Namun, tembakan pemain pengganti tersebut masih melebar dari sasaran.

Menjelang akhir pertandingan, baik Indonesia maupun Bahrain terus berusaha mencetak gol tambahan. Timnas Indonesia ingin mengamankan kemenangan dengan gol kedua, sementara Bahrain mati-matian berusaha menyamakan kedudukan. Meski tekanan semakin tinggi, skor 1-0 tetap bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia (3-4-2-1):

  • Kiper: Maarten Paes

  • Bek: Justin Hubner, Jay Idzes, Rizky Ridho

  • Gelandang: Calvin Verdonk, Thom Haye, Joel Pelupessy, Kevin Diks

  • Penyerang: Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan

  • Striker: Ole Romeny

  • Pelatih: Patrick Kluivert

Timnas Bahrain (4-2-3-1):

  • Kiper: Ebrahim Lutfalla

  • Bek: Abdulla Al Khalasi, Waleed Al Hayam, Sayed Baqer, Ahmed Bughammar

  • Gelandang: Komail Al Aswad, Sayed Saeed

  • Playmaker: Mahdi Al-Humaida, Mohamed Marhoon, Ali Madan

  • Striker: Al Jabar

Kesimpulan

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia dalam perjuangan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026. Performa yang ditunjukkan oleh para pemain di laga ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Skuad Garuda. Dengan kerja sama yang semakin solid dan dukungan penuh dari para suporter, harapan untuk melangkah lebih jauh di ajang ini semakin terbuka lebar.

Sementara bagi Bahrain, kekalahan ini menjadi pukulan berat yang membuat mereka semakin sulit untuk bersaing di grup C. Mereka harus segera bangkit dan memperbaiki performa mereka di laga-laga berikutnya jika masih ingin menjaga peluang lolos ke putaran selanjutnya.

Kini, Timnas Indonesia harus segera bersiap untuk menghadapi laga berikutnya, yang dipastikan akan semakin menantang. Konsistensi permainan dan ketajaman di lini depan menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki agar dapat terus meraih hasil positif di pertandingan mendatang.

Transformasi Arab Saudi Dari Raksasa Minyak ke Pusat Kendaraan Listrik Global

Transformasi Arab Saudi: Dari Raksasa Minyak ke Pusat Kendaraan Listrik Global

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Arab Saudi telah mengalokasikan miliaran dolar untuk mengubah dirinya dari negara penghasil minyak terbesar di dunia menjadi pusat kendaraan listrik (EV). Ambisi besar ini merupakan bagian dari visi Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam mendiversifikasi perekonomian negara yang selama ini bergantung pada minyak serta menciptakan lapangan kerja baru. Namun, tantangan besar menanti, mulai dari kurangnya infrastruktur, keterbatasan tenaga kerja terampil, hingga kelangkaan bahan baku yang diperlukan untuk mendukung industri kendaraan listrik.

Sebagai langkah awal, Arab Saudi telah berinvestasi sedikitnya 10 miliar dolar pada Lucid Motors, perusahaan EV asal Amerika Serikat. Selain itu, kerajaan juga mendirikan merek mobil listrik sendiri, Ceer, serta membangun pabrik kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan industri ini. Dana Investasi Publik (PIF), yang mengelola dana kekayaan negara sebesar 700 miliar dolar, menargetkan produksi 500.000 unit kendaraan listrik per tahun pada 2030, dengan target awal 150.000 unit pada 2026.

Namun, pada Desember 2023, satu-satunya pabrik kendaraan listrik di Arab Saudi yang baru beroperasi sejak September hanya mampu merakit ulang sekitar 800 unit kendaraan yang dikirim dari Arizona. Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif domestik Arab Saudi masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Upaya sebelumnya untuk menarik manufaktur otomotif juga gagal, seperti yang terjadi pada tahun 2019 ketika Toyota menolak berinvestasi karena biaya tenaga kerja yang tinggi, kurangnya rantai pasokan lokal, dan pasar domestik yang kecil.

Di tengah transisi global dari kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik, Arab Saudi harus menghadapi persaingan ketat dari pusat manufaktur lain yang telah memiliki rantai pasokan yang matang. Menurut Gaurav Batra, seorang analis industri otomotif global, Arab Saudi harus bekerja keras untuk membangun industri ini dari nol dan menjadikannya kompetitif di pasar internasional.

Salah satu tantangan utama adalah menarik produsen komponen kendaraan listrik, mulai dari pintu mobil hingga mesin, mengingat Arab Saudi belum memiliki industri otomotif yang matang. Ceer, sebagai perusahaan EV lokal yang merupakan hasil kerja sama antara PIF dan Foxconn Taiwan, berencana meluncurkan kendaraan pertamanya pada 2025. Namun, hingga kini, pembangunan pabriknya pun belum selesai, dan beberapa sumber menyebutkan bahwa kemungkinan besar produksi kendaraan tidak akan dimulai hingga 2026.

Beberapa analis pun skeptis terhadap target ambisius yang dicanangkan oleh Arab Saudi. Tatiana Hristova, pakar dari S&P Global Mobility, mengungkapkan bahwa proyeksi produksi kendaraan listrik Saudi sangat bergantung pada ekspor dalam jumlah besar, sesuatu yang belum terlihat dalam waktu dekat.

Pada Oktober 2023, Hyundai dari Korea Selatan mengumumkan usaha patungan dengan PIF untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Kota Ekonomi Raja Abdullah di Jeddah. Namun, keberadaan satu pabrik saja dinilai belum cukup untuk menarik produsen komponen otomotif agar berinvestasi di negara tersebut. Ceer sendiri berencana menggunakan komponen dari BMW Jerman, termasuk baterai yang merupakan salah satu bagian paling mahal dalam kendaraan listrik.

Sementara itu, Wakil Presiden Lucid, Faisal Sultan, mengatakan bahwa Arab Saudi perlu membangun rantai pasokan yang lebih kuat. Saat ini, pabrik Lucid di Saudi hanya melakukan perakitan ulang kendaraan yang sebelumnya telah dirakit dan diuji di fasilitas mereka di Arizona. Pendekatan ini menunjukkan bahwa meskipun Arab Saudi memberikan insentif besar bagi industri EV, produsen kendaraan listrik masih lebih memilih untuk mempertahankan produksi utama mereka di luar negeri.

Langkah Arab Saudi dalam industri kendaraan listrik juga berkaitan dengan strategi keberlanjutan negara tersebut. Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Dubai pada Desember 2023, hampir 200 negara sepakat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi, sempat menolak gagasan penghentian bertahap penggunaan batu bara, minyak, dan gas. Namun, kerajaan ini tetap ingin meningkatkan citranya dalam upaya keberlanjutan dengan memamerkan kendaraan listrik Lucid di konferensi tersebut.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjangnya, pemerintah Saudi telah menandatangani perjanjian untuk membeli hingga 100.000 unit kendaraan Lucid selama dekade berikutnya. Selain itu, Saudi Industrial Development Fund (SIDF) memberikan pinjaman tanpa bunga sebesar 1,4 miliar dolar kepada Lucid pada 2022 untuk mendukung pembangunan pabrik di Saudi. Hingga Agustus 2023, PIF telah menginvestasikan setidaknya 5,4 miliar dolar di perusahaan ini dan memiliki 60% sahamnya.

Meski terdapat banyak tantangan, investasi Arab Saudi di sektor kendaraan listrik lebih dari sekadar mencari keuntungan finansial. Menurut Faisal Sultan, proyek ini merupakan strategi jangka panjang untuk mengembangkan ekosistem otomotif di kerajaan, sesuatu yang jika berhasil akan menjadi pencapaian besar bagi ekonomi negara tersebut. Dengan upaya yang terus dilakukan, hanya waktu yang akan menentukan apakah Arab Saudi benar-benar bisa menjadi pusat kendaraan listrik dunia.

Selain investasi langsung pada industri otomotif, Arab Saudi juga sedang mengembangkan ekosistem pendukung bagi kendaraan listrik. Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur pengisian daya yang tersebar di seluruh negeri. Arab Saudi sadar bahwa tanpa jaringan pengisian daya yang luas, adopsi kendaraan listrik akan sulit dilakukan, terutama mengingat wilayahnya yang luas dan kondisi geografis yang beragam.

Selain itu, kerajaan juga mulai berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan baterai kendaraan listrik. Teknologi baterai menjadi salah satu aspek paling krusial dalam industri ini, karena menentukan jangkauan, performa, dan harga kendaraan listrik. Dengan berinvestasi dalam teknologi baterai, Arab Saudi berharap dapat mengurangi ketergantungannya pada impor dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri.

Arab Saudi juga mencoba menarik talenta global untuk mendukung pertumbuhan industri EV di dalam negeri. Pemerintah memberikan berbagai insentif bagi para insinyur dan pakar teknologi untuk bekerja di Arab Saudi, termasuk program pelatihan dan kemitraan dengan universitas ternama. Pembangunan pusat penelitian dan pengembangan juga menjadi bagian dari strategi ini, dengan harapan dapat menciptakan inovasi lokal yang dapat bersaing di pasar internasional.

Dengan langkah-langkah ini, Arab Saudi menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Namun, perjalanan menuju kesuksesan masih panjang, dan tantangan yang ada harus diatasi dengan strategi yang matang serta investasi yang berkelanjutan. Jika berhasil, Arab Saudi tidak hanya akan mengurangi ketergantungannya pada minyak, tetapi juga dapat menjadi pusat inovasi dan manufaktur kendaraan listrik di masa depan.

Remaja Singapura Bobol Kripto Senilai Rp3,5 Triliun, Beli 32 Mobil Mewah dari Hasil Peretasan

Remaja Singapura Bobol Kripto Senilai Rp3,5 Triliun, Beli 32 Mobil Mewah dari Hasil Peretasan



Dua Hacker Muda Ditangkap FBI, Terlibat Pencucian Kripto Senilai Rp3,5 Triliun

Miami, Amerika Serikat - Dua pria muda berusia 21 tahun baru saja ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI) di Miami atas dugaan kejahatan dunia maya yang melibatkan pencurian dan pencucian aset kripto senilai lebih dari 4.100 Bitcoin, setara dengan lebih dari US$230 juta atau sekitar Rp3,5 triliun. Kedua tersangka, Malone Lam yang juga dikenal dengan alias Greavys, Anne Hathaway, dan $$$, serta Jeandiel Serrano yang memiliki alias Box, VersaceGod, dan @SkidStar, kini menghadapi tuntutan hukum berat.

Modus Kejahatan: Serangan Siber Canggih

Kejahatan ini bermula pada 18 Agustus 2024 ketika mereka berhasil menargetkan seorang korban di Washington D.C. dengan teknik peretasan canggih. Mereka mendapatkan akses ilegal ke akun kripto korban dan segera memindahkan aset digital tersebut ke dalam dompet pribadi mereka. Setelah itu, aset hasil curian segera dicuci melalui berbagai metode untuk menghilangkan jejak digitalnya.

Para tersangka memanfaatkan kombinasi strategi pencucian uang kripto, seperti penggunaan layanan pencampur (mixing services) dan bursa kripto. Salah satu teknik yang digunakan adalah peel chain atau rantai pengelupas, di mana aset kripto dibagi menjadi transaksi kecil-kecil agar sulit dilacak. Selain itu, mereka juga menggunakan dompet pass-through serta layanan VPN guna menyamarkan identitas mereka saat melakukan transaksi.

Penyelidikan oleh Ahli Forensik Kripto

Penyelidikan ini dibantu oleh seorang analis forensik kripto terkenal, ZachXBT, yang berhasil menelusuri transaksi mencurigakan yang mengarah pada keberadaan tersangka. Penyelidikan ini juga mengungkap keterlibatan seorang konspirator lain dengan nama alias "Wiz."

Diketahui bahwa kelompok ini menargetkan para kreditor bursa Genesis dengan metode rekayasa sosial (social engineering). Mereka menyamar sebagai tim dukungan dari Google dan Gemini, menghubungi korban dengan dalih akun mereka telah diretas. Dengan tipu daya ini, mereka meyakinkan korban untuk mereset sistem autentikasi dua faktor (2FA) serta memberikan akses kendali jarak jauh ke perangkat mereka. Hal ini memungkinkan para pelaku mencuri kunci pribadi yang digunakan untuk mengakses dompet digital korban.

Hidup Mewah dari Uang Curian

Hasil kejahatan mereka tidak hanya disimpan sebagai aset kripto tetapi juga digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah. Uang hasil curian digunakan untuk membeli mobil sport, jam tangan mewah, tas desainer, serta pendanaan perjalanan ke berbagai belahan dunia. Mereka juga menghabiskan dana tersebut untuk berpesta di klub malam eksklusif di Los Angeles dan Miami.

Menurut laporan ZachXBT, sekitar US$243 juta telah dibagi ke berbagai pihak sebelum akhirnya didistribusikan ke lebih dari 15 bursa kripto. Aset yang dicuri dikonversi ke berbagai mata uang kripto lain, termasuk Bitcoin, Litecoin, Ethereum, dan Monero guna memperumit pelacakan oleh otoritas.

FBI Berhasil Melacak Tersangka Melalui Media Sosial

Upaya penyamaran para tersangka akhirnya terbongkar setelah FBI melacak pola pengeluaran mencurigakan yang tidak sesuai dengan profil finansial mereka. Selain itu, unggahan media sosial dari teman-teman dekat mereka menjadi petunjuk penting bagi tim penyelidik dalam mengidentifikasi aktivitas tersangka. Melalui rekaman transaksi digital dan bukti visual yang ditemukan di media sosial, FBI akhirnya bisa menahan kedua pelaku di Miami.

Penangkapan ini menjadi pengingat bagi dunia bahwa meskipun teknologi blockchain menawarkan anonimitas, otoritas hukum masih memiliki cara untuk menelusuri jejak digital para pelaku kejahatan. Kini, Malone Lam dan Jeandiel Serrano menghadapi ancaman hukuman berat atas aksi kriminal yang mereka lakukan.

Banjir Besar Melanda Pekanbaru Ribuan Warga Mengungsi dan Solidaritas Kemanusiaan Diuji

Banjir Besar Melanda Pekanbaru Ribuan Warga Mengungsi dan Solidaritas Kemanusiaan Diuji

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Kota Pekanbaru, yang biasanya sibuk dengan hiruk pikuk aktivitas warganya, kini dilanda duka yang mendalam. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Siak, sungai terdalam di Indonesia, meluap hingga merendam pemukiman warga.

Tak ayal, banjir besar ini melanda empat kelurahan di Kecamatan Rumbai, yakni Kelurahan Sri Meranti, Rumbai Bukit, Palas, dan Agrowisata. Ketinggian air yang mencapai pinggang hingga dada orang dewasa memaksa lebih dari 17.000 jiwa meninggalkan rumah mereka, mengungsi ke tempat yang lebih aman. Kejadian ini tidak hanya membawa kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan barang berharga mereka.

Kepanikan dan Keprihatinan Warga

Di tengah genangan air yang semakin meninggi, warga berupaya menyelamatkan diri dan sanak keluarga mereka. Suasana mencekam tergambar jelas dari ekspresi wajah para korban yang kebingungan mencari tempat berlindung. Para ibu membawa bayi mereka dalam gendongan, balita menangis ketakutan, sementara para lansia berusaha tetap bertahan meski dalam kondisi yang sulit.

Perahu karet menjadi satu-satunya moda transportasi di tengah kepungan banjir. Relawan dan tim penyelamat bekerja tanpa lelah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Salah satu titik pengungsian utama yang didirikan berada di sepanjang Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai, di mana ribuan warga kini bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.

Tenda Pengungsian dan Upaya Penyelamatan

Di tenda-tenda darurat, kondisi pengungsi jauh dari kata nyaman. Mereka harus berdesakan di tempat yang sempit, tanpa fasilitas yang memadai. Cuaca dingin dan kurangnya perlengkapan tidur membuat banyak warga mengalami kelelahan dan gangguan kesehatan. Anak-anak terlihat kebingungan, sementara para orang tua mencoba menenangkan mereka dengan penuh kesabaran.

Dalam upaya membantu para korban, Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, bersama istrinya Nindya Ariyani, serta jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, turun langsung ke lokasi banjir. Mereka memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi dan memberikan bantuan berupa sembako, pakaian, serta obat-obatan. Kehadiran mereka memberikan secercah harapan di tengah situasi yang penuh kepanikan dan ketidakpastian.

Selain itu, dapur umum didirikan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi. Tim medis dari Dokkes Polda Riau juga siaga 24 jam, memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang mulai terserang penyakit akibat kondisi lingkungan yang buruk. Solidaritas dari berbagai elemen masyarakat pun mengalir deras, dengan banyaknya relawan yang turun tangan membantu mereka yang membutuhkan.

Dampak dan Tantangan Pascabanjir

Banjir yang melanda Pekanbaru kali ini bukan sekadar musibah biasa. Air yang tak kunjung surut mengancam kelangsungan hidup ribuan warga. Rumah-rumah yang terendam, perabotan yang hanyut, serta lumpur yang menggenang menjadi tantangan besar dalam upaya pemulihan pascabanjir.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menunjukkan bahwa bencana banjir ini telah berdampak luas di enam daerah di Riau, termasuk Rokan Hulu, Pekanbaru, Kampar, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Pelalawan. Hingga saat ini, sudah tercatat 28 kejadian banjir dengan dampak yang semakin meluas.

Di Kecamatan Rumbai sendiri, Kelurahan Sri Meranti menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan 1.708 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi. Sementara itu, di Kelurahan Palas, sebanyak 980 kepala keluarga mengalami hal yang sama. Ketinggian air di beberapa titik telah mencapai 1,5 meter dan berpotensi meningkat jika curah hujan masih tinggi.

Situasi semakin mengkhawatirkan dengan ketinggian air di stasiun pompa pengendali banjir di Jalan Nelayan yang telah mencapai 4,6 meter di atas permukaan laut. Warga yang masih bertahan di rumah mereka pun mulai kehabisan persediaan makanan dan air bersih, membuat bantuan dari pemerintah dan organisasi kemanusiaan semakin mendesak.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah cepat dalam menangani bencana ini. "Kami melihat berbagai pihak telah bergerak cepat dalam mendirikan posko pengungsian, mendistribusikan bantuan logistik, dan memberikan layanan kesehatan. Kami juga terus mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan mereka," ujar Jeki.

Harapan dan Doa untuk Pekanbaru

Di tengah duka dan kesulitan, muncul secercah harapan dari kuatnya solidaritas antarwarga. Mereka saling membantu, berbagi makanan, dan menguatkan satu sama lain. Di tempat pengungsian, meskipun kondisi serba terbatas, tawa kecil anak-anak masih terdengar saat mereka bermain bersama. Para relawan dengan penuh keikhlasan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para korban.

Namun, kekhawatiran masih membayangi benak warga. Seorang ibu yang menggendong anaknya di tenda pengungsian mengungkapkan kecemasannya, "Kami berharap air segera surut dan kami bisa kembali ke rumah. Tapi, bagaimana kami memulai semuanya dari awal? Harta benda kami rusak, kami kehilangan segalanya."

Banjir yang melanda Pekanbaru kali ini menjadi ujian bagi kemanusiaan, mengingatkan kita semua bahwa di saat sulit, kepedulian dan gotong royong adalah kunci untuk bertahan. Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat luas diharapkan terus bahu-membahu membantu para korban hingga mereka benar-benar bisa bangkit kembali.

Semoga Pekanbaru segera pulih, dan warga yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan normal mereka dengan semangat yang baru. Bencana ini mungkin telah mengubah banyak hal, tetapi satu yang pasti, solidaritas dan rasa kemanusiaan akan selalu menjadi cahaya di tengah gelapnya cobaan.

KPK Ungkap Skandal Korupsi Besar di Riau Lima Pejabat dan Pengusaha Jadi Tersangka

KPK Ungkap Skandal Korupsi Besar di Riau Lima Pejabat dan Pengusaha Jadi Tersangka

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan korupsi dengan menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan flyover di Simpang Jalan Tuanku Tambusai–Jalan Soekarno Hatta, yang merupakan proyek di bawah Pemerintah Provinsi Riau pada Tahun Anggaran 2018.

Kelima tersangka tersebut antara lain YN, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pembangunan dan Jembatan Dinas PUPR Provinsi Riau, sekaligus berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Selain itu, terdapat GR selaku konsultan perencana, TC yang merupakan Direktur Utama PT Semangat Hasrat Jaya, ES sebagai Direktur PT Sumbersari Ciptamarga, serta NR yang menjabat sebagai Kepala PT Yodya Karya (Persero) Cabang Pekanbaru.

Dalam konstruksi perkara ini, KPK mengungkap bahwa pada Januari 2018, YN diduga melakukan penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tanpa dasar yang jelas. Penyusunan HPS tersebut dilakukan tanpa perhitungan detail, tidak didukung oleh data ukur yang valid, serta tidak mempertimbangkan perubahan desain gambar proyek. Hal ini menyebabkan perubahan nilai kontrak yang tidak sesuai dengan prinsip akuntabilitas.

Selain itu, dalam pelaksanaan proyek, ditemukan adanya pemalsuan data serta tanda tangan dalam dokumen kontrak. Bahkan, beberapa pekerjaan dalam proyek tersebut disubkontrakkan tanpa memperoleh persetujuan dari PPK terlebih dahulu. Parahnya lagi, nilai kontrak yang disepakati jauh lebih tinggi dibandingkan hasil analisis harga satuan yang semestinya digunakan. Akibat dari perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp60,8 miliar dari total nilai kontrak proyek sebesar Rp159,3 miliar.

Sebagai konsekuensi dari perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Selain itu, mereka juga didakwa berdasarkan Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa sektor pengadaan barang dan jasa merupakan area yang sangat rawan terhadap praktik korupsi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPK terus melakukan upaya pencegahan melalui berbagai mekanisme, salah satunya adalah Monitoring Centre for Prevention (MCP). Instrumen ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah agar setiap proses pengadaan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, serta berdampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan MCP diharapkan mampu mempersempit celah terjadinya praktik korupsi, sehingga proyek-proyek pembangunan yang dibiayai oleh negara benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dengan demikian, upaya pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada aspek penindakan, tetapi juga mencakup langkah-langkah preventif yang lebih sistematis dan berkelanjutan.

KPK juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi proyek-proyek yang menggunakan dana negara. Partisipasi publik sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proses pembangunan berlangsung sesuai dengan aturan yang berlaku. KPK mengimbau agar masyarakat melaporkan setiap indikasi penyimpangan yang mereka temui dalam proyek-proyek pembangunan di daerahnya.

Selain itu, kasus korupsi dalam pengadaan barang dan jasa seperti ini tidak hanya berdampak pada keuangan negara, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang dibangun. Dengan adanya praktik korupsi, kualitas pekerjaan sering kali dikorbankan demi keuntungan pribadi, yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun dengan cara yang tidak transparan cenderung memiliki daya tahan rendah, berpotensi menyebabkan kecelakaan, dan membutuhkan perbaikan dalam waktu singkat, yang pada akhirnya membebani anggaran negara lebih lanjut.

Sebagai langkah lanjutan, KPK terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat sistem pengadaan barang dan jasa agar lebih transparan dan akuntabel. Salah satu strategi yang dilakukan adalah digitalisasi sistem pengadaan, yang dapat meminimalisir interaksi langsung antara pihak-pihak terkait, sehingga potensi penyimpangan dapat ditekan. Selain itu, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dan auditor dalam mendeteksi indikasi korupsi juga menjadi fokus utama dalam pemberantasan korupsi di sektor ini.

Dengan semakin meningkatnya upaya pencegahan dan penindakan terhadap tindak pidana korupsi, diharapkan tercipta tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Masyarakat pun diharapkan semakin sadar akan pentingnya integritas dalam setiap aspek pembangunan, sehingga dapat turut serta dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah demi kesejahteraan bersama.

Dua Truk Terjebak Banjir di Lubuk Ogung-Langgam, Evakuasi Tertunda Hingga Sepekan

 Dua Truk Terjebak Banjir di Lubuk Ogung-Langgam, Evakuasi Tertunda Hingga Sepekan

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Banjir yang melanda kawasan jalan Lubuk Ogung-Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, menyebabkan dua unit truk terjebak di tengah genangan air. Insiden ini bermula ketika sopir nekat menerobos banjir, namun akibat tingginya air yang mencapai hampir satu meter, kendaraan tersebut mogok dan tidak dapat dievakuasi hingga lebih dari sepekan.

Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah foto dan video yang menunjukkan kondisi kedua truk tersebut tersebar luas. Salah satu kendaraan merupakan truk box, sementara satu lainnya adalah truk bak terbuka yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan sawit. Keduanya terjebak di tengah jalan dengan mesin yang sudah terendam air banjir.

Kronologi Kejadian

Kapolsek Langgam, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, mengungkapkan bahwa kedua kendaraan tersebut pertama kali terjebak banjir pada tanggal 21 Desember 2023. Saat itu, sopir mencoba menerobos genangan air yang diperkirakan masih berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Namun, semakin jauh melaju, ketinggian air terus meningkat hingga akhirnya mencapai hampir satu meter, menyebabkan mesin kendaraan mati total.

“Pada tanggal 21 Desember lalu, dua unit truk jenis bak terbuka dan box mencoba melintasi jalan yang terendam banjir. Awalnya ketinggian air masih sekitar 30 hingga 50 sentimeter, tetapi semakin ke dalam, air semakin tinggi hingga akhirnya mesin kendaraan mati di tengah perjalanan,” ujar Iptu Alferdo Krisnata Kaban pada Sabtu (30/12/2023).

Setelah mesin mati, sopir berulang kali mencoba menyalakan kendaraan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Genangan air yang semakin dalam membuat mesin kendaraan semakin terendam, mengakibatkan mogok total dan sulit untuk diperbaiki di lokasi.

Dampak Banjir di Wilayah Langgam

Selain menyebabkan kendaraan terjebak, banjir di wilayah Langgam juga berdampak pada kehidupan masyarakat. Data dari pemerintah kecamatan menunjukkan bahwa ratusan rumah warga telah terendam air. Beberapa desa yang terdampak banjir antara lain Desa Langgam dan Desa Tambak, yang merupakan kawasan rawan banjir akibat tingginya curah hujan serta luapan sungai di sekitar wilayah tersebut.

Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir. Beberapa sekolah mengalami gangguan operasional karena halaman dan ruang kelas terendam air. Posyandu, koperasi, dan berbagai fasilitas desa lainnya juga terdampak, membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu. Bahkan, beberapa tempat ibadah seperti masjid dan musala ikut terendam banjir, menyulitkan warga untuk beribadah dengan nyaman.

Upaya Penanggulangan dan Evakuasi

Menanggapi kondisi ini, pemerintah kecamatan bersama Polsek Langgam telah mendirikan Posko Siaga Bencana Banjir yang terletak di depan kantor camat lama. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak serta mengawasi situasi banjir di kawasan tersebut.

Untuk membantu warga yang terisolasi akibat banjir, personel dari Polsek Langgam turut dikerahkan dalam upaya penyelamatan dan pendampingan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan layanan transportasi menggunakan pompong (perahu kecil bermotor) bagi warga yang ingin menyeberang dari arah Pangkalan Kerinci ke Langgam. Selain itu, aparat kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada warga agar lebih berhati-hati saat melintasi daerah yang masih tergenang air.

“Kami dari Polsek Langgam turut membantu warga yang ingin menyeberang menggunakan pompong, terutama bagi mereka yang harus bepergian dari Pangkalan Kerinci ke Langgam. Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi anak-anak yang bermain di area banjir, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Iptu Alferdo Krisnata Kaban.

Kendala dalam Evakuasi Truk

Meskipun telah lebih dari sepekan sejak insiden terjadi, hingga kini proses evakuasi kedua truk yang terjebak masih menemui kendala. Salah satu penyebab utama sulitnya evakuasi adalah kondisi jalan yang masih tergenang air dengan ketinggian yang cukup tinggi, sehingga sulit bagi alat berat atau kendaraan derek untuk menjangkau lokasi tersebut. Selain itu, arus air yang cukup deras di beberapa titik juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi.

Pemerintah daerah masih terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengevakuasi kendaraan-kendaraan tersebut tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah menunggu surutnya air secara alami atau menggunakan alat berat yang mampu beroperasi dalam kondisi medan yang tergenang.

Harapan Masyarakat

Masyarakat setempat berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menemukan solusi untuk mengatasi dampak banjir ini, termasuk memperbaiki infrastruktur jalan yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Selain itu, warga juga meminta adanya peningkatan sistem drainase serta langkah-langkah mitigasi banjir yang lebih efektif agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Sementara itu, sopir dan pemilik kendaraan yang terjebak di tengah banjir juga berharap agar evakuasi dapat segera dilakukan. Selain menimbulkan kerugian material, kondisi ini juga berdampak pada kegiatan ekonomi, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pengangkutan barang dan hasil perkebunan.

Banjir di Langgam menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan yang kurang optimal dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dan penanganan jangka panjang sangat diperlukan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan banjir yang melanda Langgam segera surut, kendaraan yang terjebak dapat dievakuasi, serta aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala.

LDII Riau Apresiasi Syamsuar dan Sambut Kepemimpinan Baru Abdul Wahid

 LDII Riau Apresiasi Syamsuar dan Sambut Kepemimpinan Baru Abdul Wahid

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Riau menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Drs. Syamsuar, M.Si., dan Brigadir Jenderal TNI (Purn.) H. Edy Afrizal Natar Nasution, S.I.P., yang telah menyelesaikan masa jabatan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Selama kepemimpinan mereka, berbagai upaya telah dilakukan untuk memajukan Provinsi Riau di berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, serta pengembangan ekonomi daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Riau, DR. Iman Suprayogi, ST, MT, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan oleh Syamsuar dan Edy Afrizal selama masa kepemimpinan mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. Syamsuar, M.Si., dan Brigadir Jenderal TNI (Purn.) H. Edy Afrizal Natar Nasution, S.I.P., atas pengabdian dan kerja keras mereka dalam membangun Provinsi Riau. Berbagai pencapaian yang telah diraih selama masa kepemimpinan beliau tentu memberikan dampak positif bagi masyarakat Riau. Semoga segala usaha dan jasa yang telah diberikan mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT,” ujar DR. Iman Suprayogi.

Perjalanan Kepemimpinan Syamsuar dan Edy Afrizal

Selama menjabat, Syamsuar dan Edy Afrizal telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Beberapa kebijakan strategis yang mereka terapkan mencakup peningkatan layanan publik, penguatan sektor pendidikan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal. Di tengah berbagai tantangan, mereka tetap berupaya untuk menjaga stabilitas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Namun, tantangan besar seperti pandemi COVID-19 dan fluktuasi harga komoditas utama Riau sempat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, di bawah kepemimpinan Syamsuar dan Edy Afrizal, Riau tetap mampu menunjukkan ketahanan ekonomi dan sosial yang cukup baik.

Sambutan Hangat untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Baru

beritapekanbaru.com


Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Syamsuar dan Edy Afrizal, LDII Riau juga menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada H. Abdul Wahid, M.Si., dan Ir. H. S.F. Hariyanto, MT, yang telah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2025-2030. Pelantikan mereka dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025.

DR. Iman Suprayogi berharap agar pemimpin baru ini dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membawa Riau ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.

“Kami mengucapkan tahniah dan sukses kepada Bapak H. Abdul Wahid, M.Si., dan Bapak Ir. H. S.F. Hariyanto, MT, atas pelantikan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau. Kami yakin bahwa dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, mereka dapat menghadirkan kepemimpinan yang membawa perubahan positif bagi Provinsi Riau. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan langkah mereka dalam menjalankan amanah pengabdian untuk Riau yang lebih baik,” tutur DR. Iman Suprayogi.

Komitmen LDII dalam Mendukung Kepemimpinan Baru

Sebagai bagian dari masyarakat Riau, LDII berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. LDII menegaskan kesiapannya untuk bersinergi dengan kepemimpinan Abdul Wahid dan S.F. Hariyanto guna mewujudkan Riau yang lebih maju, sejahtera, dan berakhlak mulia. Komitmen ini sejalan dengan delapan bidang kontribusi LDII dalam pembangunan daerah, yang mencakup pendidikan, ekonomi, sosial, serta dakwah keislaman.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Riau yang lebih baik dan bermartabat. LDII akan terus berkontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, serta pengembangan sumber daya manusia agar masyarakat Riau dapat merasakan manfaat yang nyata dari kepemimpinan baru ini,” tambahnya.

LDII juga berharap agar kebijakan yang akan diambil oleh gubernur dan wakil gubernur baru tetap memperhatikan nilai-nilai religius dan sosial budaya yang telah mengakar kuat di masyarakat Riau. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan dapat tetap sejalan dengan prinsip moral dan etika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Harapan Besar untuk Masa Depan Riau

Dengan dilantiknya Abdul Wahid dan S.F. Hariyanto, masyarakat Riau menaruh harapan besar agar kepemimpinan mereka mampu membawa perubahan positif di berbagai sektor. Tantangan besar menanti di depan, termasuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, mengatasi masalah kemiskinan, mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas layanan publik di berbagai bidang.

LDII Provinsi Riau juga berharap agar kedua pemimpin ini diberikan kekuatan, kebijaksanaan, dan kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas mereka.

“Tanggung jawab yang diemban oleh seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah, namun dengan niat yang tulus dan kerja keras, kami percaya bahwa Bapak Abdul Wahid dan Bapak S.F. Hariyanto mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kami mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan pertolongan dalam setiap langkah yang mereka ambil,” pungkas DR. Iman Suprayogi.

LDII Riau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung kepemimpinan baru ini agar dapat mewujudkan visi dan misi pembangunan Riau yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Riau.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Provinsi Riau dapat terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. Semua pihak harus turut berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan demi tercapainya Riau yang lebih sejahtera dan bermartabat di masa depan.

Baru Kali ini Menjabat Jadi Anggota Mempunyai Hutang 2,2 Terliun, Selama Menjabat Jadi Anggota DPR-RI Periode 2019–2024 Belum Pernah Dapat hutang Sebanyak Ini 21 Ribu Pegawai Kehilangan Pekerjaan

Baru Kali ini Menjabat Jadi Anggota Mempunyai Hutang 2,2 Terliun, Selama Menjabat Jadi Anggota DPR-RI Periode 2019–2024 Belum Pernah Dapat hutang Sebanyak Ini 21 Ribu Pegawai Kehilangan Pekerjaan

beritapekanbaru.com



Abdul Wahid Hentikan Seluruh Program OPD, Imbas Utang Menggunung Pemprov Riau

beritapekanbaru.com -Abdul Wahid, selaku pemimpin baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, menghadapi tantangan besar sejak awal masa jabatannya. Ia terpaksa menghentikan seluruh program organisasi perangkat daerah (OPD) akibat temuan mengejutkan terkait kondisi keuangan daerah yang mengkhawatirkan. Dalam rapat bersama Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau yang berlangsung pada 12 Maret lalu dan disiarkan secara langsung, terungkap bahwa pemerintahan sebelumnya meninggalkan utang atau tunda bayar yang mencapai angka fantastis, yakni Rp2,2 triliun.

Temuan Utang yang Mengejutkan

Dalam keterangannya, Abdul Wahid mengaku sangat terkejut dengan besarnya angka tunda bayar tersebut. Menurutnya, selama ini utang atau tunda bayar yang terjadi di pemerintahan daerah biasanya hanya berkisar antara Rp200 hingga Rp250 miliar. Namun, kali ini jumlahnya jauh di luar perkiraan.

"Saya belum pernah menemukan ada tunda bayar sebesar Rp2,2 triliun. Paling besar sebelumnya hanya sekitar Rp200 miliar atau Rp250 miliar," ungkap Wahid.

Situasi ini membuatnya harus mengambil langkah drastis guna menyeimbangkan kembali kondisi keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa tidak ada opsi lain selain menyetop semua program OPD untuk tahun ini demi mengatasi defisit anggaran.

Dampak Besar: Ribuan Pegawai Terpaksa Nganggur

Salah satu dampak utama dari kebijakan penghentian program OPD ini adalah sebanyak 21 ribu pegawai di berbagai OPD terpaksa kehilangan pekerjaan atau mengalami pengangguran sementara. Bahkan, Wahid menegaskan bahwa meskipun seluruh program OPD dihentikan sepanjang tahun 2025, hal tersebut tetap belum cukup untuk menutupi tunda bayar yang sangat besar ini.

"Bahkan jika tidak ada kegiatan sama sekali sepanjang tahun 2025, itu pun tidak cukup untuk menutupi utang yang sudah ada," jelasnya.

Tidak hanya pegawai OPD yang terdampak, tetapi juga berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang seharusnya berjalan pada tahun ini menjadi tertunda. Program-program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial, juga terkena imbas akibat kekosongan anggaran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan berbagai elemen pemerintahan.

Langkah Strategis untuk Menuntaskan Utang

Menyadari bahwa permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, Abdul Wahid berjanji akan mencari solusi terbaik agar utang ini dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Ia menargetkan agar persoalan ini bisa selesai dalam tahun 2025 dan tidak berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

"Saya tidak ingin masalah ini berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Saya ingin semuanya selesai di tahun 2025. Biar kebijakan saya tidak populer, tidak masalah. Yang penting persoalan ini bisa terselesaikan," tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi penyehatan keuangan daerah, Wahid juga mempertimbangkan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau. Langkah ini dinilai perlu mengingat kondisi keuangan daerah yang sangat genting akibat tumpukan utang yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.

Selain itu, Wahid juga mempertimbangkan untuk melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Beberapa program yang dianggap tidak mendesak kemungkinan besar akan dihentikan sementara atau dialihkan dananya untuk menutupi tunda bayar. Ia juga membuka peluang untuk mencari sumber pendapatan lain, termasuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pendapatan daerah agar dapat membantu mempercepat pelunasan utang tersebut.

Tantangan dan Harapan untuk Pemulihan Keuangan Daerah

Meskipun kebijakan yang diambilnya mungkin tidak akan disukai oleh banyak pihak, Wahid menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pemulihan kondisi keuangan daerah. Ia berharap langkah-langkah tegas yang diambilnya dapat menghindarkan Pemprov Riau dari krisis yang lebih parah di masa mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Wahid juga mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, jajaran pemerintahan, serta masyarakat untuk bersama-sama memahami situasi ini dan berkontribusi dalam mencari solusi terbaik. Menurutnya, masalah keuangan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang harus ikut serta dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat dan stabil.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah ke depan. Dengan memastikan bahwa setiap kebijakan keuangan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, diharapkan tidak akan ada lagi kasus serupa di masa depan yang dapat mengancam stabilitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Pemprov Riau untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Abdul Wahid menegaskan bahwa meskipun situasi saat ini sulit, ia tetap optimis bahwa Provinsi Riau dapat bangkit dari krisis ini dengan langkah-langkah yang tepat dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Dengan komitmen kuat dan strategi yang matang, ia berharap masalah tunda bayar ini bisa segera diatasi sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Riau dapat kembali berjalan normal dalam beberapa tahun ke depan.

Keputusan yang diambil Wahid ini merupakan langkah besar dalam membenahi keuangan daerah. Meskipun menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan dalam jangka pendek, harapannya langkah ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang. Kini, tinggal bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama menghadapi tantangan ini untuk menciptakan kondisi keuangan yang lebih sehat dan pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.



7 Cara Menjaga Kesehatan Baterai HP Android Agar Tetap Awet dan Tahan Lama

Caram Menjaga Kesehatan Baterai HP Android Agar Tetap Awet dan Tahan Laa

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Di era digital seperti sekarang, smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas, mulai dari komunikasi, bekerja, hiburan, hingga transaksi keuangan, kini dapat dilakukan melalui ponsel pintar. Karena itulah, menjaga kesehatan baterai HP Android menjadi hal yang sangat penting agar perangkat bisa berfungsi secara optimal dan tahan lama.

Banyak pengguna smartphone yang sering mengabaikan kesehatan baterai, padahal tanpa baterai yang baik, smartphone tidak bisa digunakan secara maksimal. Kebiasaan buruk seperti membiarkan baterai habis total, menggunakan charger tidak asli, atau membiarkan HP terpapar suhu ekstrem bisa mempercepat penurunan performa baterai. Oleh karena itu, yuk simak berbagai cara efektif untuk menjaga kesehatan baterai HP Android agar tetap awet dan tahan lama!

1. Hindari Mengisi Daya Terlalu Lama

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah membiarkan HP terisi daya hingga 100% atau bahkan tetap terhubung ke charger semalaman. Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan baterai mengalami tekanan berlebih yang mempercepat degradasi sel baterai. Sebaiknya, hentikan pengisian daya ketika baterai sudah mencapai sekitar 80–90% untuk memperpanjang umur baterai.

Jika HP Android kamu memiliki fitur pengisian daya pintar atau "adaptive charging", manfaatkan fitur ini agar pengisian daya berhenti secara otomatis ketika sudah mencapai tingkat optimal. Dengan cara ini, kesehatan baterai bisa lebih terjaga dalam jangka panjang.

2. Jangan Tunggu Baterai Habis Total Baru Dicas
beritapekanbaru.com



Banyak orang masih memiliki kebiasaan menunggu baterai benar-benar habis sebelum mengisi ulang daya. Padahal, kebiasaan ini bisa merusak sel baterai dan mempercepat penurunan daya tahan. Baterai lithium-ion yang banyak digunakan pada smartphone modern lebih baik diisi ulang ketika dayanya masih sekitar 20–30%.

Jika kamu sering membiarkan baterai hingga 0%, bisa saja HP kamu mengalami penurunan kapasitas baterai lebih cepat, bahkan bisa mengalami kegagalan fungsi total. Oleh karena itu, biasakan untuk mengisi daya sebelum baterai benar-benar habis.

3. Gunakan Charger Asli dan Berkualitas
beritapekanbaru.com

Menggunakan charger yang tidak asli atau abal-abal mungkin terlihat lebih hemat, tetapi dalam jangka panjang justru bisa merugikan. Charger dengan kualitas buruk sering kali memberikan arus listrik yang tidak stabil, yang bisa merusak baterai dan memperpendek usianya.

Untuk menjaga kesehatan baterai HP Android, selalu gunakan charger asli bawaan perangkat atau charger dari merek yang sudah bersertifikasi. Charger berkualitas akan memberikan arus listrik yang sesuai dengan spesifikasi ponsel, sehingga lebih aman dan tidak merusak baterai.

4. Hindari Suhu Ekstrem

Suhu lingkungan tempat HP digunakan juga mempengaruhi kesehatan baterai. Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat baterai kehilangan daya lebih cepat dan mempercepat degradasi sel baterai.

  • Jangan tinggalkan HP di dalam mobil saat cuaca panas.

  • Hindari meletakkan HP langsung di bawah sinar matahari.

  • Jangan gunakan HP dalam suhu yang sangat dingin, karena baterai bisa kehilangan kapasitas sementara.

Simpan HP di tempat yang sejuk dan gunakan dalam suhu ruangan yang ideal agar baterai tetap dalam kondisi optimal.

5. Kurangi Kecerahan Layar dan Gunakan Mode Gelap

Layar HP merupakan salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi daya baterai. Semakin tinggi tingkat kecerahan layar, semakin besar pula energi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk mengurangi konsumsi daya dari layar:

  • Aktifkan mode otomatis untuk menyesuaikan kecerahan layar sesuai dengan kondisi pencahayaan.

  • Gunakan mode gelap (dark mode), terutama jika HP kamu memiliki layar OLED atau AMOLED, karena dapat menghemat baterai secara signifikan.

  • Kurangi waktu layar aktif agar tidak terus menyala saat tidak digunakan.

Dengan melakukan pengaturan ini, baterai HP bisa lebih hemat dan tahan lama.

6. Batasi Aplikasi yang Berjalan di Latar Belakang

Banyak aplikasi yang tetap berjalan di latar belakang meskipun tidak sedang digunakan, dan ini bisa menguras daya baterai tanpa disadari. Aplikasi seperti media sosial, layanan pesan instan, dan aplikasi streaming sering kali tetap aktif dan menggunakan daya.

Cara mengatasinya:

  • Periksa aplikasi yang mengonsumsi banyak daya melalui pengaturan baterai.

  • Tutup aplikasi yang tidak diperlukan.

  • Gunakan mode hemat daya agar aplikasi yang tidak perlu tidak berjalan di latar belakang.

Mengelola aplikasi dengan baik akan membantu menghemat daya baterai dan memperpanjang masa pakainya.

7. Aktifkan Mode Hemat Daya

Jika kamu ingin baterai bertahan lebih lama, mengaktifkan mode hemat daya adalah pilihan terbaik. Fitur ini membantu mengurangi konsumsi daya dengan membatasi aplikasi yang berjalan, menurunkan kecerahan layar, serta menonaktifkan fitur yang tidak diperlukan.

Mode hemat daya sangat berguna ketika kamu sedang bepergian atau dalam situasi di mana tidak ada sumber daya untuk mengisi ulang baterai. Dengan mengaktifkan fitur ini, HP tetap bisa digunakan untuk hal-hal penting tanpa baterai cepat habis.

8. Perbarui Perangkat Lunak Secara Berkala

Produsen HP sering kali merilis pembaruan perangkat lunak yang tidak hanya berisi fitur baru, tetapi juga peningkatan efisiensi baterai. Oleh karena itu, pastikan kamu selalu memperbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru agar performa baterai tetap optimal.

Dengan pembaruan terbaru, sering kali terdapat perbaikan bug dan pengoptimalan yang bisa membuat penggunaan daya lebih efisien.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan baterai HP Android adalah hal yang penting agar perangkat tetap bisa digunakan dengan nyaman dan tahan lama. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti menghindari pengisian daya berlebihan, menggunakan charger asli, menjaga suhu perangkat, serta membatasi aplikasi yang berjalan di latar belakang, kamu bisa memperpanjang umur baterai secara signifikan.

Dengan baterai yang sehat, kamu tidak perlu lagi khawatir HP cepat kehabisan daya di saat-saat penting. Jadi, mulai sekarang, biasakan untuk merawat baterai dengan baik agar perangkatmu tetap dalam kondisi prima! Semoga tips ini bermanfaat dan membantu kamu dalam menjaga performa HP Android kesayanganmu.


Kenapa di Tahun 2025 Masih Banyak yang Menggunakan HP Jadul?

Kenapa di Tahun 2025 Masih Banyak yang Menggunakan HP Jadul?

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Di era teknologi yang semakin canggih seperti tahun 2025, di mana ponsel pintar (smartphone) dengan fitur mutakhir terus bermunculan, masih ada sebagian orang yang setia menggunakan ponsel jadul. Fenomena ini menarik untuk dibahas karena bertentangan dengan tren inovasi teknologi yang terus berkembang pesat. Lalu, apa alasan di balik tetap populernya ponsel lawas di tahun 2025? Berikut beberapa faktor yang melatarbelakanginya.

1. Daya Tahan Baterai yang Lebih Lama

Salah satu alasan utama mengapa banyak orang tetap menggunakan ponsel jadul adalah daya tahan baterainya yang jauh lebih lama dibandingkan smartphone modern. HP lawas, terutama yang hanya memiliki fungsi dasar seperti telepon dan SMS, tidak mengonsumsi daya sebanyak smartphone yang harus menopang layar besar, konektivitas internet, dan berbagai aplikasi. Sebagai contoh, ponsel Nokia 3310 yang terkenal mampu bertahan hingga beberapa hari tanpa perlu diisi ulang, sementara smartphone modern sering kali hanya bertahan sehari atau kurang.

Banyak pengguna merasa lebih nyaman dengan HP jadul karena tidak perlu membawa power bank atau sering mencari colokan listrik. Selain itu, di daerah dengan akses listrik terbatas, HP jadul menjadi solusi yang lebih praktis.

2. Kemudahan dan Kesederhanaan dalam Penggunaan

Tidak semua orang membutuhkan fitur canggih dalam ponsel mereka. Beberapa pengguna lebih nyaman dengan HP jadul karena penggunaannya yang lebih sederhana dan tidak rumit. Ponsel lawas biasanya hanya memiliki fungsi dasar seperti menelepon dan mengirim pesan, tanpa harus berurusan dengan aplikasi yang memakan banyak ruang dan sering kali memerlukan pembaruan berkala.

Orang lanjut usia, misalnya, sering merasa kesulitan menggunakan smartphone dengan tampilan yang kompleks. Dengan HP jadul, mereka bisa tetap berkomunikasi tanpa harus belajar fitur-fitur baru yang membingungkan. Selain itu, pekerja lapangan seperti petani atau nelayan lebih memilih HP jadul karena kepraktisannya.

3. Lebih Tahan Banting dan Awet

Banyak ponsel lawas yang dikenal memiliki daya tahan fisik yang lebih baik dibandingkan smartphone modern. HP jadul sering kali dibuat dengan bahan yang lebih kokoh dan tidak mudah rusak jika terjatuh. Sementara itu, smartphone dengan layar besar cenderung lebih rentan terhadap retak dan kerusakan ketika terjatuh atau terkena air.

Di lingkungan kerja yang keras, seperti di lokasi konstruksi atau tambang, HP jadul lebih banyak digunakan karena ketahanannya. Mereka tidak perlu khawatir jika ponsel jatuh atau terkena debu dan air.

4. Menghindari Gangguan dan Ketergantungan Teknologi

Dalam era digital ini, banyak orang merasa terganggu dengan notifikasi terus-menerus dari media sosial, aplikasi pesan instan, dan berita online. Beberapa orang memilih kembali ke HP jadul untuk menghindari distraksi tersebut dan menjalani hidup yang lebih tenang serta fokus pada interaksi langsung dengan orang-orang di sekitar mereka.

Bahkan, beberapa eksekutif dan pebisnis sukses telah beralih ke ponsel sederhana untuk meningkatkan produktivitas mereka. Dengan mengurangi gangguan digital, mereka bisa lebih fokus dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi.

5. Lebih Aman dari Ancaman Siber

Keamanan siber menjadi isu penting di era digital. Smartphone yang terkoneksi dengan internet sering kali rentan terhadap serangan malware, peretasan, dan pencurian data pribadi. Dengan menggunakan ponsel jadul yang tidak memiliki konektivitas internet atau akses ke aplikasi berbahaya, pengguna bisa merasa lebih aman dari risiko pencurian data atau peretasan akun.

Dalam beberapa kasus, pejabat pemerintah dan individu dengan informasi sensitif lebih memilih HP jadul karena lebih sulit diretas dibandingkan smartphone modern.

6. Faktor Ekonomi dan Hemat Biaya

Tidak semua orang mampu atau ingin mengeluarkan uang banyak untuk membeli smartphone terbaru yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. HP jadul biasanya lebih murah dan memiliki biaya perawatan yang rendah. Selain itu, pengguna juga tidak perlu khawatir tentang pengeluaran tambahan untuk paket data atau aplikasi berbayar.

Banyak pekerja dengan pendapatan rendah lebih memilih HP jadul karena lebih hemat. Selain itu, di beberapa negara berkembang, HP jadul masih menjadi pilihan utama karena keterbatasan daya beli masyarakat.

7. Nostalgia dan Gaya Hidup Retro

Bagi sebagian orang, menggunakan HP jadul adalah bagian dari nostalgia terhadap masa lalu. Beberapa orang merasa nyaman dengan bentuk fisik, nada dering klasik, atau tombol fisik yang khas. Selain itu, tren gaya hidup retro juga semakin populer, sehingga banyak orang mulai kembali menggunakan barang-barang lawas, termasuk ponsel jadul, sebagai bagian dari identitas mereka.

Ada komunitas penggemar HP lawas yang aktif di media sosial dan forum daring. Mereka saling berbagi koleksi HP klasik dan menikmati sensasi menggunakan teknologi masa lalu.

8. Minim Radiasi

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa smartphone modern memancarkan lebih banyak radiasi dibandingkan ponsel jadul. Meski belum ada bukti konkret mengenai efek jangka panjang radiasi ponsel terhadap kesehatan, beberapa orang lebih memilih untuk menggunakan HP jadul guna mengurangi paparan radiasi elektromagnetik.

Orang yang peduli dengan kesehatan atau memiliki kondisi tertentu yang sensitif terhadap radiasi lebih memilih HP jadul sebagai alternatif.

9. Masih Mendukung Kebutuhan Tertentu

Di beberapa sektor industri, HP jadul masih digunakan karena kompatibilitasnya dengan sistem lama. Misalnya, beberapa mesin atau perangkat komunikasi di pabrik masih mengandalkan teknologi lama yang hanya bisa diakses melalui HP jadul.

Beberapa operator seluler juga masih menyediakan jaringan 2G dan 3G untuk pengguna HP jadul, sehingga mereka tetap dapat berkomunikasi tanpa harus beralih ke smartphone.

Kesimpulan

Meskipun teknologi terus berkembang pesat, fenomena penggunaan HP jadul di tahun 2025 menunjukkan bahwa tidak semua orang selalu mengejar teknologi terbaru. Berbagai alasan seperti daya tahan baterai yang lebih lama, kemudahan penggunaan, ketahanan fisik, keamanan, hingga faktor nostalgia menjadi penyebab utama mengapa HP lawas masih memiliki tempat di hati banyak orang.

Pada akhirnya, pilihan ponsel bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu. Bagi sebagian orang, memiliki smartphone canggih adalah keharusan, sementara bagi yang lain, HP jadul tetap menjadi pilihan terbaik untuk kehidupan yang lebih sederhana dan efisien.

Transparent Phone Screens: Proof That Tech Companies Keep Pushing Innovation

Transparent Phone Screens: Proof That Tech Companies Keep Pushing Innovation

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -One of the biggest challenges in developing transparent screens is finding a way to house the battery and other essential components without disrupting the transparent appearance or making these elements visible. This issue presents a significant obstacle for manufacturers striving to create truly seamless transparent devices. As companies push the boundaries of display technology, the demand for aesthetically pleasing yet fully functional transparent devices continues to grow.

A notable example of this challenge was seen in 2013 when the Taiwanese company Polytron Technologies introduced a prototype of a transparent phone. While most of the phone’s body was transparent, some critical components such as the SD card and ribbon cables remained visible, which slightly detracted from the seamless effect that full transparency aims to achieve. The challenge of hiding internal components while maintaining device efficiency remains a key hurdle for the development of commercially viable transparent phones.

Samsung has also been actively working on transparent display technology. Two years ago, the company showcased its transparent OLED displays, which were primarily designed for digital signage rather than smartphones. The compact nature of smartphones, with their tightly packed hardware, makes integrating transparent screen technology a much more complex task. Unlike signage displays, which have ample space to house necessary components, smartphones require a more sophisticated approach to conceal or minimize the visibility of essential internal hardware.

Not only Samsung but also LG has developed similar Transparent OLED screen technology. These companies have demonstrated remarkable advancements in this field, showcasing their ability to create transparent displays that could one day be implemented in small smart devices, including smartphones and tablets. The progress in this technology suggests that transparent displays might eventually become a mainstream feature in consumer electronics. However, many questions remain about how manufacturers will tackle key concerns such as durability, energy efficiency, and visibility in different lighting conditions.


beritapekanbaru.com


One of the potential solutions being explored by researchers involves embedding electronic circuits within ultra-thin, transparent materials, allowing for a nearly invisible integration of essential components. Another possible approach includes placing non-transparent components within the edges of the device, ensuring that the main display remains fully see-through. This approach, however, may pose challenges related to device thickness and overall design constraints.

Moreover, the practicality of transparent displays in real-world usage remains a subject of discussion. While the aesthetic appeal of a transparent smartphone is undeniable, questions arise about how practical it would be in everyday scenarios. For instance, how would the visibility of on-screen content be affected when placed against various backgrounds? Would a transparent smartphone be more prone to glare and reflection issues compared to traditional screens? These are critical factors that companies must consider before bringing transparent phones to the consumer market.

Another significant concern is the structural integrity of transparent materials. Glass-based transparent displays may be more fragile than standard smartphone screens, potentially increasing the risk of damage upon impact. Companies will need to invest in stronger materials, such as reinforced glass or transparent composites, to ensure that these futuristic devices maintain their durability while offering the sleek, cutting-edge look that consumers desire.

In addition to structural concerns, the challenge of optimizing battery life for transparent devices must also be addressed. Transparent screens typically require higher energy consumption compared to standard displays, which could lead to shorter battery life. This means that manufacturers need to develop more energy-efficient components, such as low-power processors, optimized software, and advanced battery technologies, to ensure that these devices remain functional throughout the day without requiring frequent recharges.

Furthermore, there is the question of user interface design. Since a transparent phone allows for visual interaction with both the front and back of the device, developers need to rethink traditional UI/UX approaches. Could new interaction methods such as holographic projections, augmented reality overlays, or gesture-based controls be integrated into these devices? Such innovations could redefine how users interact with smartphones, making them more immersive and futuristic than ever before.

Privacy is another major factor to consider. With a transparent display, sensitive information displayed on the screen could be visible to people around the user, potentially compromising privacy. Developers would need to implement features like adjustable opacity, privacy screen filters, or selective transparency modes to ensure user data remains protected.

The big question remains: Will we see the launch of a transparent screen smartphone this year or in the near future? As technological advancements continue at a rapid pace, it is only a matter of time before we witness a revolutionary breakthrough in this domain. While current prototypes still reveal some components, further refinements could soon lead to a completely transparent smartphone that maintains both aesthetics and functionality. Companies like Samsung, LG, and other tech giants are undoubtedly working behind the scenes to perfect this innovation and make it a reality.

For now, the industry continues to innovate, experimenting with different materials, placements, and engineering techniques to overcome the transparency challenge. With major tech giants such as Samsung and LG investing heavily in this field, the dream of a fully transparent smartphone may not be too far from reality. It will be fascinating to see how this technology evolves in the coming years and whether it will redefine the future of mobile devices. As more companies enter the race to develop the first fully functional transparent smartphone, we may soon witness a new era in smartphone design, merging science fiction with reality.

The evolution of transparent technology could extend beyond just smartphones. Future applications might include smart glasses, transparent laptops, or even augmented reality windshields for cars, providing users with a more immersive digital experience. As technology progresses, the possibilities for transparent screens continue to expand, opening doors to new innovations across multiple industries. While the road to perfecting this technology is still long, the potential benefits and futuristic appeal make it an exciting field to watch.

Top 7 Laptops for Work and Writing in 2025: High Performance and Innovation

 Top 7 Laptops for Work and Writing in 2025: High Performance and Innovation

beritapekanbaru.com


beritapekanbaru.com -Choosing the right laptop is crucial to enhancing productivity, whether in the office, working remotely, or traveling. A high-performance laptop with innovative features can make a significant difference in efficiency and convenience. As we move into 2025, the laptop industry continues to evolve with cutting-edge processors, stunning displays, and extended battery life. Below are seven of the best laptops for work and writing, carefully selected to meet the needs of modern professionals.

1. Lenovo ThinkBook 14+ (2025)

Equipped with the latest AMD Ryzen AI 9 365 processor, this laptop offers advanced AI-powered performance that optimizes efficiency. Its 14.5-inch 3K display with a 120Hz refresh rate ensures a crisp and fluid viewing experience, perfect for long hours of work. The sleek and lightweight design, coupled with an extended battery life, makes the Lenovo ThinkBook 14+ an excellent choice for professionals who prioritize mobility and reliability.

2. Dell XPS 13 Plus (2025)

The Dell XPS 13 Plus stands out with its minimalist design and premium build quality. It features the latest Intel Core i7 processor, 16GB RAM, and 512GB SSD storage, ensuring seamless multitasking and quick file access. The OLED display delivers vibrant colors and sharp details, ideal for writers and professionals who require an immersive screen experience. With an exceptional battery life, this laptop is a top pick for those who need a powerful yet portable workstation.

3. Apple MacBook Air M3

Apple’s latest MacBook Air M3 continues to set the benchmark for lightweight, high-performance laptops. Powered by the Apple M3 chip, it delivers remarkable speed and energy efficiency. With 16GB RAM and a 512GB SSD, the MacBook Air is perfect for multitasking and handling demanding applications. The seamless integration within the Apple ecosystem ensures smooth connectivity with other Apple devices, making it a great option for professionals who use iPhones, iPads, and MacBooks in tandem.

4. HP Spectre x360 14 (2025)

This 2-in-1 convertible laptop offers flexibility with an Intel Core i5 processor, 8GB RAM, and a 512GB SSD. The OLED display provides stunning visual clarity, making it ideal for professionals who work with visual content. Additionally, the 360-degree hinge design allows users to switch between laptop and tablet mode effortlessly. With an impressive battery life of over 12 hours, the HP Spectre x360 14 is a top contender for professionals who require versatility and longevity.

5. Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 11

The Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 11 is a powerhouse designed for high-intensity workloads. Featuring an Intel Core i7 processor, 16GB RAM, and a massive 1TB SSD, this laptop is built for speed and reliability. Its rugged design meets military-grade durability standards, making it the ideal laptop for professionals who work in demanding environments. Additionally, its legendary ThinkPad keyboard provides a comfortable and responsive typing experience, perfect for writers and professionals who spend hours typing.

6. Asus ZenBook Pro Duo 14

For creative professionals, the Asus ZenBook Pro Duo 14 is a game-changer. It features an innovative dual-screen design, utilizing a secondary ScreenPad Plus to enhance multitasking capabilities. With an Intel Core i9 processor, 32GB RAM, and a 1TB SSD, this laptop is designed for video editing, graphic design, and other creative workflows. The high-resolution OLED display ensures superior color accuracy, making it an excellent tool for designers and content creators.

7. Microsoft Surface Laptop 6 (2025)

The Microsoft Surface Laptop 6 offers a balance of power and portability with an Intel Core i7 processor, 16GB RAM, and a 512GB SSD. Known for its sleek design and lightweight build, this laptop is perfect for professionals who need a highly portable yet powerful device. The PixelSense touchscreen display adds an extra layer of convenience for note-taking and creative work, making it a great choice for writers and professionals in creative fields.

Conclusion

As we step into 2025, the demand for high-performance laptops continues to rise. Whether you’re a writer, a business professional, or a creative designer, choosing the right laptop can significantly impact your productivity and efficiency. The Lenovo ThinkBook 14+, Dell XPS 13 Plus, Apple MacBook Air M3, HP Spectre x360 14, Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 11, Asus ZenBook Pro Duo 14, and Microsoft Surface Laptop 6 each bring unique strengths tailored to different professional needs. Investing in the right laptop ensures a seamless and productive work experience, no matter where you are.

© all rights reserved
made with by templateszoo