Baru Kali ini Menjabat Jadi Anggota Mempunyai Hutang 2,2 Terliun, Selama Menjabat Jadi Anggota DPR-RI Periode 2019–2024 Belum Pernah Dapat hutang Sebanyak Ini 21 Ribu Pegawai Kehilangan Pekerjaan

Baru Kali ini Menjabat Jadi Anggota Mempunyai Hutang 2,2 Terliun, Selama Menjabat Jadi Anggota DPR-RI Periode 2019–2024 Belum Pernah Dapat hutang Sebanyak Ini 21 Ribu Pegawai Kehilangan Pekerjaan

beritapekanbaru.com



Abdul Wahid Hentikan Seluruh Program OPD, Imbas Utang Menggunung Pemprov Riau

beritapekanbaru.com -Abdul Wahid, selaku pemimpin baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, menghadapi tantangan besar sejak awal masa jabatannya. Ia terpaksa menghentikan seluruh program organisasi perangkat daerah (OPD) akibat temuan mengejutkan terkait kondisi keuangan daerah yang mengkhawatirkan. Dalam rapat bersama Forum Konsultasi Publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau yang berlangsung pada 12 Maret lalu dan disiarkan secara langsung, terungkap bahwa pemerintahan sebelumnya meninggalkan utang atau tunda bayar yang mencapai angka fantastis, yakni Rp2,2 triliun.

Temuan Utang yang Mengejutkan

Dalam keterangannya, Abdul Wahid mengaku sangat terkejut dengan besarnya angka tunda bayar tersebut. Menurutnya, selama ini utang atau tunda bayar yang terjadi di pemerintahan daerah biasanya hanya berkisar antara Rp200 hingga Rp250 miliar. Namun, kali ini jumlahnya jauh di luar perkiraan.

"Saya belum pernah menemukan ada tunda bayar sebesar Rp2,2 triliun. Paling besar sebelumnya hanya sekitar Rp200 miliar atau Rp250 miliar," ungkap Wahid.

Situasi ini membuatnya harus mengambil langkah drastis guna menyeimbangkan kembali kondisi keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa tidak ada opsi lain selain menyetop semua program OPD untuk tahun ini demi mengatasi defisit anggaran.

Dampak Besar: Ribuan Pegawai Terpaksa Nganggur

Salah satu dampak utama dari kebijakan penghentian program OPD ini adalah sebanyak 21 ribu pegawai di berbagai OPD terpaksa kehilangan pekerjaan atau mengalami pengangguran sementara. Bahkan, Wahid menegaskan bahwa meskipun seluruh program OPD dihentikan sepanjang tahun 2025, hal tersebut tetap belum cukup untuk menutupi tunda bayar yang sangat besar ini.

"Bahkan jika tidak ada kegiatan sama sekali sepanjang tahun 2025, itu pun tidak cukup untuk menutupi utang yang sudah ada," jelasnya.

Tidak hanya pegawai OPD yang terdampak, tetapi juga berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang seharusnya berjalan pada tahun ini menjadi tertunda. Program-program yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial, juga terkena imbas akibat kekosongan anggaran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan berbagai elemen pemerintahan.

Langkah Strategis untuk Menuntaskan Utang

Menyadari bahwa permasalahan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, Abdul Wahid berjanji akan mencari solusi terbaik agar utang ini dapat diselesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Ia menargetkan agar persoalan ini bisa selesai dalam tahun 2025 dan tidak berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

"Saya tidak ingin masalah ini berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Saya ingin semuanya selesai di tahun 2025. Biar kebijakan saya tidak populer, tidak masalah. Yang penting persoalan ini bisa terselesaikan," tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi penyehatan keuangan daerah, Wahid juga mempertimbangkan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau. Langkah ini dinilai perlu mengingat kondisi keuangan daerah yang sangat genting akibat tumpukan utang yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.

Selain itu, Wahid juga mempertimbangkan untuk melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor. Beberapa program yang dianggap tidak mendesak kemungkinan besar akan dihentikan sementara atau dialihkan dananya untuk menutupi tunda bayar. Ia juga membuka peluang untuk mencari sumber pendapatan lain, termasuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pendapatan daerah agar dapat membantu mempercepat pelunasan utang tersebut.

Tantangan dan Harapan untuk Pemulihan Keuangan Daerah

Meskipun kebijakan yang diambilnya mungkin tidak akan disukai oleh banyak pihak, Wahid menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pemulihan kondisi keuangan daerah. Ia berharap langkah-langkah tegas yang diambilnya dapat menghindarkan Pemprov Riau dari krisis yang lebih parah di masa mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Wahid juga mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, jajaran pemerintahan, serta masyarakat untuk bersama-sama memahami situasi ini dan berkontribusi dalam mencari solusi terbaik. Menurutnya, masalah keuangan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang harus ikut serta dalam menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih sehat dan stabil.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah ke depan. Dengan memastikan bahwa setiap kebijakan keuangan dilakukan secara terbuka dan akuntabel, diharapkan tidak akan ada lagi kasus serupa di masa depan yang dapat mengancam stabilitas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen Pemprov Riau untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Abdul Wahid menegaskan bahwa meskipun situasi saat ini sulit, ia tetap optimis bahwa Provinsi Riau dapat bangkit dari krisis ini dengan langkah-langkah yang tepat dan kerja sama yang baik dari seluruh pihak. Dengan komitmen kuat dan strategi yang matang, ia berharap masalah tunda bayar ini bisa segera diatasi sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Riau dapat kembali berjalan normal dalam beberapa tahun ke depan.

Keputusan yang diambil Wahid ini merupakan langkah besar dalam membenahi keuangan daerah. Meskipun menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan dalam jangka pendek, harapannya langkah ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar dalam jangka panjang. Kini, tinggal bagaimana pemerintah daerah dan masyarakat dapat bekerja sama menghadapi tantangan ini untuk menciptakan kondisi keuangan yang lebih sehat dan pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.



Tidak ada komentar

Posting Komentar

© all rights reserved
made with by templateszoo