Dua Truk Terjebak Banjir di Lubuk Ogung-Langgam, Evakuasi Tertunda Hingga Sepekan
![]() |
beritapekanbaru.com |
beritapekanbaru.com -Banjir yang melanda kawasan jalan Lubuk Ogung-Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, menyebabkan dua unit truk terjebak di tengah genangan air. Insiden ini bermula ketika sopir nekat menerobos banjir, namun akibat tingginya air yang mencapai hampir satu meter, kendaraan tersebut mogok dan tidak dapat dievakuasi hingga lebih dari sepekan.
Kejadian ini menjadi viral di media sosial setelah foto dan video yang menunjukkan kondisi kedua truk tersebut tersebar luas. Salah satu kendaraan merupakan truk box, sementara satu lainnya adalah truk bak terbuka yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil perkebunan sawit. Keduanya terjebak di tengah jalan dengan mesin yang sudah terendam air banjir.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Langgam, Iptu Alferdo Krisnata Kaban, mengungkapkan bahwa kedua kendaraan tersebut pertama kali terjebak banjir pada tanggal 21 Desember 2023. Saat itu, sopir mencoba menerobos genangan air yang diperkirakan masih berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter. Namun, semakin jauh melaju, ketinggian air terus meningkat hingga akhirnya mencapai hampir satu meter, menyebabkan mesin kendaraan mati total.
“Pada tanggal 21 Desember lalu, dua unit truk jenis bak terbuka dan box mencoba melintasi jalan yang terendam banjir. Awalnya ketinggian air masih sekitar 30 hingga 50 sentimeter, tetapi semakin ke dalam, air semakin tinggi hingga akhirnya mesin kendaraan mati di tengah perjalanan,” ujar Iptu Alferdo Krisnata Kaban pada Sabtu (30/12/2023).
Setelah mesin mati, sopir berulang kali mencoba menyalakan kendaraan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Genangan air yang semakin dalam membuat mesin kendaraan semakin terendam, mengakibatkan mogok total dan sulit untuk diperbaiki di lokasi.
Dampak Banjir di Wilayah Langgam
Selain menyebabkan kendaraan terjebak, banjir di wilayah Langgam juga berdampak pada kehidupan masyarakat. Data dari pemerintah kecamatan menunjukkan bahwa ratusan rumah warga telah terendam air. Beberapa desa yang terdampak banjir antara lain Desa Langgam dan Desa Tambak, yang merupakan kawasan rawan banjir akibat tingginya curah hujan serta luapan sungai di sekitar wilayah tersebut.
Tidak hanya permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir. Beberapa sekolah mengalami gangguan operasional karena halaman dan ruang kelas terendam air. Posyandu, koperasi, dan berbagai fasilitas desa lainnya juga terdampak, membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu. Bahkan, beberapa tempat ibadah seperti masjid dan musala ikut terendam banjir, menyulitkan warga untuk beribadah dengan nyaman.
Upaya Penanggulangan dan Evakuasi
Menanggapi kondisi ini, pemerintah kecamatan bersama Polsek Langgam telah mendirikan Posko Siaga Bencana Banjir yang terletak di depan kantor camat lama. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak serta mengawasi situasi banjir di kawasan tersebut.
Untuk membantu warga yang terisolasi akibat banjir, personel dari Polsek Langgam turut dikerahkan dalam upaya penyelamatan dan pendampingan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyediakan layanan transportasi menggunakan pompong (perahu kecil bermotor) bagi warga yang ingin menyeberang dari arah Pangkalan Kerinci ke Langgam. Selain itu, aparat kepolisian juga aktif memberikan imbauan kepada warga agar lebih berhati-hati saat melintasi daerah yang masih tergenang air.
“Kami dari Polsek Langgam turut membantu warga yang ingin menyeberang menggunakan pompong, terutama bagi mereka yang harus bepergian dari Pangkalan Kerinci ke Langgam. Kami juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada, terutama bagi anak-anak yang bermain di area banjir, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Iptu Alferdo Krisnata Kaban.
Kendala dalam Evakuasi Truk
Meskipun telah lebih dari sepekan sejak insiden terjadi, hingga kini proses evakuasi kedua truk yang terjebak masih menemui kendala. Salah satu penyebab utama sulitnya evakuasi adalah kondisi jalan yang masih tergenang air dengan ketinggian yang cukup tinggi, sehingga sulit bagi alat berat atau kendaraan derek untuk menjangkau lokasi tersebut. Selain itu, arus air yang cukup deras di beberapa titik juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi.
Pemerintah daerah masih terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mengevakuasi kendaraan-kendaraan tersebut tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut. Alternatif yang sedang dipertimbangkan adalah menunggu surutnya air secara alami atau menggunakan alat berat yang mampu beroperasi dalam kondisi medan yang tergenang.
Harapan Masyarakat
Masyarakat setempat berharap agar pemerintah dan pihak terkait segera menemukan solusi untuk mengatasi dampak banjir ini, termasuk memperbaiki infrastruktur jalan yang kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Selain itu, warga juga meminta adanya peningkatan sistem drainase serta langkah-langkah mitigasi banjir yang lebih efektif agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Sementara itu, sopir dan pemilik kendaraan yang terjebak di tengah banjir juga berharap agar evakuasi dapat segera dilakukan. Selain menimbulkan kerugian material, kondisi ini juga berdampak pada kegiatan ekonomi, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pengangkutan barang dan hasil perkebunan.
Banjir di Langgam menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan yang kurang optimal dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dan penanganan jangka panjang sangat diperlukan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Dengan adanya upaya kolaboratif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan banjir yang melanda Langgam segera surut, kendaraan yang terjebak dapat dievakuasi, serta aktivitas masyarakat kembali berjalan normal seperti sediakala.
Tidak ada komentar
Posting Komentar